Kutai Barat – Sudah menjadi rahasia umum, peran perempuan sering dinomorduakan, sering dipandang hanya sebelah mata dan tidak jarang malah terabaikan. Padahal bila melihat angka, secara umum jumlah perempuan di Indonesia saat ini lebih banyak daripada laki-laki. Hal tersebut mendorong Pemerintah Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur bersama PKK Kampung mengadakan Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Perempuan dengan tema pelatihan kelompok perempuan “menumpar” melalui melalui Program Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2019 Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan.
Sulam Tumpar merupakan salah satu kerajinan khas Kalimantan Timur tepatnya dari Kabupaten Kutai Barat. Dimana Benang wol menjadi bahan dasar dalam menyulam setiap motif sulaman dan setiap helai warna-warni benang yang akan membentuk suatu bentuk/motif seperti bentuk naga, bentuk ayam, bentuk corak dayak dan berbagai bentuk lainnya. Belakangan ini sulam tumpar tidak hanya digunakan untuk mempercantik pakaian saja melainkan ditambahkan pada kain kombinasi khas Kabupaten Kutai Barat misalnya kain ulap doyo atau pakaian lainnya.
Kegiatan pelatihan menumpar ini dengan diawali materi motivasi usaha dan membangun kelompok usaha, lalu pada kegiatan menumpar mulai dari membuat pola, menyulam tumpar (numpar), selanjutnya menjahit sulaman tumpar ke kain.
Pemerintah Kampung berharap Pemberian Materi Keterampilan tersebut dapat mengoptimasi peran Perempuan di Keluarga dan Masyarakat.

“Kita dari pemerintahan kampung sangat fokus untuk membantu Ibu Rumah Tangga untuk memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina para ibu rumah tangga agar bisa hidup mandiri, kita sangat men-support usaha dari ibu-ibu sehingga kedepan menjadi program ini akan terus berlanjut” ucap Bapak Adrianus, Petinggi Kampung Juaq Asa, Selasa (17/12/2019).
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 -19 Desember 2019 di Balai Pertemuan Umum Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan TImur. Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Bapak Masurung dari Koperasi Sempekat Sempawat Kabupaten Kutai Barat dan Ibu Siti Hafidah, Tokoh Perempuan Kutai Barat, Pengrajin Sulam Tumpar. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini hal itu terlihat dari antusiasme peserta dari hari pertama kegiatan sampai pada hari terakhir.
“kami sangat berterimakasih kepada pemerintahan kampung, kami mendapat ilmu baru dan sangat bermanfaat” tutur salah satu peserta pelatihan. (yt)




