Musim yang tidak menentu seperti sekarang ini cukup mengkhawatirkan dan sedikit menghambat program pembinaan karet unggul PB 260 tahun 2015 yang di lakukan oleh LPB Pamida, pasalnya sudah kurang lebih 4 bulan terakhir tidak ada hujan yang turun dan hal ini menghambat proses pendistribusian karet.
Tahun ini ditargetkan yang akan di berikan kepada petani karet baru sebanyak 30.000 bibit siap tanam untuk 50 orang petani dengan luasan lahan 50 ha. Petani karet binaan LPB Pamida terletak di 3 kecamatan yaitu kecamatan bentian besar ada 30 orang petani karet; kecamatan Muara Lawa ada 10 orang petani karet; serta kecamatan Damai ada 10 orang petani. Sampai bulan September bibit karet yang sudah terdistribusi baru sekitar 4.200 bibit untuk 7 orang petani karet 5 orang petani karet diantaranya berasal dari kampung Jengan Danum kecamatan Damai dan yang 2 orang petani berasal dari kampung Suakong kecamatan Bentian Besar.
Sebagian dari petani ada lahannya yang sudah siap tanam namun mereka mengurungkan niat untuk menanam sampai ada hujan turun, mereka takut jika memaksa menanam di musim kemarau bibitnya akan mati. Selain pendistribusian dan penanaman yang terkendala karena kemarau, juga pada proses penyiapan lahan karet, tercatat pada bulan September 2015 ini masih 26 orang yang belum selesai menyiapkan lahan mereka. Meski demikian, ditengah kemarau yang yang berkepanjangan ini, LPB Pamida tetap optimis target penanaman dan pendistribusian program karet ini 100% akan tercapai dibulan Desember.





